Senin, 07 September 2015

Tak Terbalas

Ada sebuah rasa yang ingin menyeruak keluar.
Saat rindu bertemu rindu, tapi tak terbalas.
Saat mata hanya beradu pandang.
Saat kaki hendak melangkah, namun terhenti. Karena tak tahu arah jalan untuk menuju.
Aku tahu, tak ada hati yang tak ingin berdekatan. Semuanya ingin dimanja. Tapi terkadang, Tuhan berkata lain untuk mempersatukan.
Ada kalanya tidak kenal awal, tapi bersatu akhir.
Ada kalanya bertemu awal, lalu berpisah, lalu bersatu akhir.
Ada kalanya bertemu awal tapi tak bersatu akhir.
Semuanya ditulis dalam buku takdir sebelum kita dilahirkan didunia. Memang tak semua takdir bisa di ubah. Namun, juga tak ada salahnya untuk berusaha merubah sedikit takdir itu. Tuhan pun takkan marah. Asal itu tepat, dan sesuai dengan jalan.
Konsekuensinya cuma merubah, berubah dan hilang.
Saat takdir tak dapat lagi untuk dirubah. Mungkin Hilang adalah salah satu cara untuk menghapus kesedihan. Karena lelah sudah pasti membelenggu.
Pergi berjalan menusuri jalan baru. Berusaha melupakan kerinduan yang tak pernah terbalas.
Menghargai, tapi sering tak dihargai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar