Mari kita hargai setiap udara yang masih diberikan Tuhan kepada kita. Juga menghargai setiap setiap rezeki yang belum pernah terputus dan terus mengalir seperti darah yang teralir pada urat nadi. Mari kita hargai setiap detik waktu yang kita punya dengan berbagi, mengasihi, dan mencurahkan kegundahan dengan orang yang kita sayang. Karena, menghargai tak sebatas mengagumi dengan sunggingan bibir. Tapi, menghargai adalah salah satu proses dimana kita akan menemukan diri sendiri.
Hal menghargai udara yang diberikan, mari kita sama - sama menjaga alam ini. Jangan hanya berbuat kerusakan yang seolah - olah menjadikan mu sebagai raja diantara raja jelata.
Hal meghargai dan memberikan semua yang kau bisa kepada orang lain. Hargai setiap detik yang kau peroleh darinya. Membuatnya tersenyum dan tertawa lepas disampingmu adalah tindakan yang takkan ternilai harganya. Menghilangkan sejenak keluh dan kesah yang setiap saat terus datang tanpa henti. Satukan setiap renggangan jemari yang mending.
Sudah sewajarnya yang hidup merasa lelah atas ujian yang ada. Mengeluh dan meratapi kesendirian hanya akan membuang sepersekian detik yang berhaga. Patutnya itu kau gunakan untuk bersama mereka, orang - orang yang kau sayangi. Mereka diciptakan juga untuk menemanimu, agar kau tidak sendiri. Jangan hanya kau peradukan jemari dinginmu sendiri. Jari orang yang menyayangimu akan setia menanti dan mencapai kehangatan.
Sandarkan kepalamu, jika merasa penat. Orang - orang yang kau sayangi dan menyayangimu akan tetap setia untuk menunggumu.
Hanya tinggal kau saja yang harus lebih membuka mata dan hati. Memberikan apa yang kau bisa berikan kepada orang yang kau sayangi dan menyayangimu. Tentang kau yang berfikir sendirian itu adalah sebuah pilu yang sangat salah. Mereka yang menyayangimu sedang menunggu dengan tersenyum, mereka yang menyayangimu masih ada, dan tetap setia menantimu, memelukmu dan menggenggam jemari dingin kecil mu.
Jangan selalu biarkan dirimu terhanyut dan terbuai dalam ke fana'han dunia. Berlari, temui mereka dan rangkul orang yang kau sayangi dan menyayangimu.
Sabtu, 26 September 2015
Menghargai sepersekian detik nikmat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar