Sekarang aku baru tahu, apa arti menghargai keberadaan itu.
Kapan itu?.
Saat semua yang kau inginkan telah pergi.
Saat semua yang kau mau takkan kau dapatkan lagi.
Relakan saja, itu bukan salah dia yang datang. Bercermin baik ke diri sendiri. Bukan untuk mencari sisi lemah dari orang lain.
Sulit rasanya untuk melarang. Melarang mu untuk berbuat sesuatu yang beraromakan tak sedap di hidung. Semuanya telah terlanjur sudah, karena sedikit noda yang tak tahu dari mana datangnya.
Yang hanya bisa dilakukan adalah tersenyum. Menutup telinga jika siulan itu terlalu kuat. Menutup mata, jika tak sanggup lagi untuk melihat. Dan tersenyum dalam kepalsuan.
Saat mereka ada, memang susah untuk bertanya. Mengapa kau disini? Untuk apa? Bagaimana kau datang?. Dan saat mereka pergi, tak perlu ada yang menjawabnya. Kaun sendiri yang akan tahu, apa alasan mereka pergi.
Penyesalan patutnya kau peruntukkan pada dirimu. Karena sebuah tanya, 'MENGAPA?'. Mengapa kau tak menghargai, mengapa kau tak menggenggamnya, mengapa kau tak memeluknya. Mengapa kau usir keluar dia dari sangkarnya?.
Itu salahmu sendiri, sekarang dia sudah terbang bebas. Dan kau hanya terperangkap dalam sangkar yang kau buat sendiri, karena kelalaian dan kecerobohan waktumu untuk tidak menghargainya.
Sudah, jangan berharap hujan dimusim kemarau. Memang akan turun hujan, tapi tak semudah yang kau kira. Dalam percintaanmu, tak perlu mengharapkan dia kembali. Karena meski dia kembali kau juga takkan bisa menghargai keberadaannya.
Saat semua yang kau inginkan telah pergi.
Saat semua yang kau mau takkan kau dapatkan lagi.
Kelak kamu akan tahu, dimana arti menghargai keberadaan itu.
Selasa, 22 September 2015
Arti Menghargai Keberadaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar