Jumat, 16 Oktober 2015

Tentang Impian

Tentang sepenggal kubin yang terpisah rentangan perekat.
Tentang sepasang jendela yang terpisahkan dinding.
dan Tentang sepasang hati yang dipisahkan jarak. Aku bertahan disini menanti secerca harapan yang dalam impian aku harapkan terwujud dan bukan ekspektasi belaka, menunggumu kembali.
Tentang sebuah tanya yang kau bisikkan ditelingaku 'kenapa kau ingin tetap menunggu orang sepertiku kembali?'. Tak perlu kau tanya hal bodoh yang aku artikan 'untuk apa aku bernapas?'. Aku disini akan tetap berdiri, terutama tentang sebuah makna dibalik aku tetap menunggu kedatanganmu.
Percayalah! Aku akan tetap menunggumu disini, meski dalam gelap pun aku berada, aku akan berusaha untuk tetap menuliskan surat tentang kerinduanku kepadamu. Aku akan tetap menunggumu disini, meski hanya sebagai tetesan air mata didalam haru tangisku.
Aku akan tetap disini, menunggu sebuah tatapan mata yang akan memberi sepercik api untuk kembali menyinari hati yang sudah gelap akan terselimuti awan kelabu.
Aku akan tetap disini, sampai kau datang membawa oleh - oleh pelukan hangat. Dan kita akan tersenyum dan tertawa bersama. Menggandeng jemari ditaman bunga, dan berbaring dipangkuanmu. Aku harap aku tidak bodoh tentang impianku ini.
Akan kutunggu kau disini. Kota ini, kasihku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar