Dan ketika aku memang melambungkan dan membanggakan kata-kata -kamu- dalam sebuah balon udara yang aku naiki. Tak peduli seberapa tinggi anganku, tak peduli seberapa tinggi ragaku saat ini. Aku tak takut akan ketinggian berangan-angan. Aku juga akan siap, ketika balon udara yang aku naiki seketika meledak, dan ragaku akan kembali terhenyak dibumi.
Hanya sebuah kata -kamu- yang aku inginkan.
kamu yang selalu bersedia dan terus ada menemaniku. kamu yang terus bersedia sabar menahan rasa sakit ketika sebuah sisipan duri menancap tajam dikaki lembutmu.
Tak peduli, seberapa sakit diriku untuk tetap berusaha membahagiakan mu. Meski berbagai rasa akan aku cicipi. Manis, asam, pahit dan kecutnya sebuah kata -kamu-.
Dan -kamu- bukanlah sebuah kata dengan latar semu. Tapi -kamu- adalah sebuah kata indah yang aku ingini tetap berada disampingku, bersamaku, menemaniku dalam sebuah relung jiwa yang sekian lama sudah kedinginan.
Terlalu banyak ekspektasi yang aku punya dan ingin wujudkan bersamamu. Tapi tak apa, aku percaya pada sang pencipta jagat raya. Yang akan mengabulkan satu persatu do'a yang senantiasa aku panjatkan disini. Untuk tetap ada bersama. -kamu-
Rabu, 07 Oktober 2015
Sebuah Pengharapan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar