Aku hanya ingin berdua dengan mu. Disisa waktu yang tak kutahu kapan detik terakhir dan berakhirnya denyut nadiku. Kapan aku memelukmu, merasakan sebuah dekapan hangat yang mungkin takkan kurasakan lagi. Menatap wajah yang selalu membuatku selalu nyaman dan semangat menjalani hari, dan mungkin takkan kulihat lagi. Menghayati arti dari genggaman jemarimu yang sangat kuat, seolah tak mau kau lepaskan.
Alu hanya ingin berdua dengan mu. Mengajakmu berjalan dengan motor tua yang aku miliki. Menyusuri ruang gelap kota yang selalu kau keluhkan setiap saat. Kau berbicara ingin pulang dan tak ingin berada dikota terpencil ini. Dan saat itu aku hanya bisa tersenyum dalam tangisku.
Dengan mu aku bahagia, menyusuri kota dengan motor tua sembari bercerita tentang setiap jengkal tempat yang pernah aku jalani sebelum kau duduk manis dibelakangku, dan berpeluk ke arah pinggangku.
Meakipun pada akhirnya kau akan kembali pada mereka yang benar - benar kau rindukan, keluargamu.
Dan disini, aku akan menikmati setiap lambaian tangan yang dulu selalu merangkul ku. Sembari melihat mata tajam yang dulu kumiliki, dan tak sadar mataku sudah mulai berkaca - kaca atas semuanya. Semut hitam menjadi saksi bisu atas rintik air mata ini.
Akan kutulis lembaran demi lembaran cerita yang kita jalani, ketika kau masih disisiku, duduk manis dibelakang motor tuaku sambil mencerca kota yang membuatmu begitu kesepian.
Dan..aku disini..menunggumu
Kamis, 15 Oktober 2015
Cerita bisu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar