Entah seberapa lama aku mulai memperjuangkan perasaan yang sangat menyakiti ini. Aku lupa, kapan aku memulai hal yang ternyata diluar kemampuanku dan bagaimana kondisiku saat itu. Yang aku lakukan hanyalah berlari mengrjarmu, berusaha merangkulmu meski hanya sekedar angin yang menerpa dada.
Dahulu aku sangat yakin perjuanganku takkan berakhir secara sia-sia. Aku bermimpi, aku akan berada di sebelahmu. Menatap lamat-lamat matahari yang tergelincir jatuh. Sungguh hanya sesederhana itulah mimpiku. Tapi entahlah, akupun mulai letih berlari, aku mulai muak bermimpi. Setiap langkah yang aku ayunkan hanyalah menambah beban dan aku terus berpijak pada ranjau yang kau pasang sedemikian rupa. Engkaupun takkan pernah melihat kebelakang kearahku. Tentang sebagaimana kerasnya usahaku disini.
Inikah yang kau lakukan pada penggemarmu. Kemudian kau perbudak dia dengan perasaan?.
Katakan padaku, ini hanyalah sebuah dongeng belaka!.
Jumat, 15 Juli 2016
Kau Terlalu Lucu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar