Aku, memang terus terlambat selangkah dibelakang dalam hal mendekatimu.
Aku, juga lebih memilih diam dalam memujimu, ketimbang mengusikmu tanpa alur.
Pikiranku mulai mengosong. Hatiku mulai melang - lang entah kemana. Hitam dan putih sama saja warnanya. Tak tahu rasa untuk mengecap.
Semuanya serasa seolah kusandarkan kepada takdir Tuhan-ku. Takdir yang sudah ia gariskan dengan rapi sebelum roh-ku ditiupkan kebadan. Takdir yang seolah aku tak bisa membantah akarnya.
Seiring perjalanan waktu, akupun lebih suka melamun. Lamunanku berbicara hendak menggeser sedikit haluan dari takdir.
Aku ingin membuat sebuah cerita baru, meskipun sulit dan mungkin tak terjadi. Tapi ini tidaklah melawan kehendak-Nya.
Aku ingin melakukannya, menggeser sedikit haluan takdir untuk bisa dekat denganmu. Karena tuhan-ku menyuruhku berusaha untuk mencari sekeping hati yang aku tak tahu letaknya dimana. dan aku berharap ada padamu.
Aku ingin mengubah sedikit saja, dekat denganma dan aku tidak lagi didahului oleh orang lain.
Mengubah haluan untuk membuatmu tersenyum, dan menangis atasku. Bukan orang lain.
Kamis, 03 Maret 2016
Merubah Sedikit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar