Aku hanya menuliskan 9 titik pada secarik kertas yg kusobek. Beberapa titik yang aku orer sedikit besar pada secarik kertas itu.
Aku lipat dan mulai melipat bagian yang terkatung tegang. ribuan khayal berkecamuk dalam otakku, akan aku buat apa 9 titik ini? Dan akan aku buat apa secarik kertas yg kusobek ini?.
Fikiranku mulai berkelana, menebas ribuan pohon kayu yang menyemaki perjalananku dulu. Perjalanan berat yang aku tempuh
untuk mengupas klise-klise indah bersamamu. Bagiku menebas-terdiam-dan mematung, memang demikian caraku untuk menghayal bersamamu.
Teringat saat aku mengantarmu pulang, peganganmu sangat kuat yang melekat sedikit dipinggangku, aku tahu kau amat ketakutan kalau jatuh dan itu adalah caraku untuk tetap erat bersamamu. Sebuah klise yang kudapat ketika aku berhasil menemukan puing
Titik pada sebuah logam yg berisi cerita kita. Dahulu.
Bukan, sekali lagi bukan maksudku untuk mengingatkanmu akan kisah kita dulu. Ini hanya sebuah kerja otak yang sedang berjalan saat 9 titik ingin bersatu dan ingin mengaitkan menjadi satu titik besar. Dimana aku ingin melihatnya secara berulang dan bukan untuk mengingatkanmu bagaimana cerita klise yang kita alami, dahulu.
Senin, 04 Januari 2016
Titik ke-9
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar